Dalam pemahamanku yang dangkal
sering terlintas kata-kata nakal
yang sudah pasti membuat hati terganjal
dan membuat nafas tersengal-sengal
C**** yang kurajut sejatinya khayal
seperti penjelajah tanpa sandal
berjalan mendaki terjal tanpa akal
akhirnya aku terpeleset ketawa terpingkal-pingkal
melihat kadal yang mancal-mancal
Rose...
Gw memahami yang tersirat dalam bahasamu
begitu dalam... sekali lagi maafkan gw...
gw baca pake mata, tapi hatiku sedih
sedih sekali... mengeja satu-satu
(Try@guS)
Tampilkan postingan dengan label JêriGëN Tumpah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JêriGëN Tumpah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Mei 2008
Ga usah dibaca pake hati :p
Kupilih derita ini demi dambaku
Damba yang terbersit dan terjepit
Diantara ruas-ruas tanganku yang sempit
Serasa tergigit, terusik dan terhimpit
Kupaksa sakit ini demi bahagiamu
Dan lagi-lagi ku paksa bahasa gelisahku untuk diam
Hanya untuk kebahagiaan engkau dan dia
Kubiarkan akarmu merambati hatiku
Walau ku tau itu menyiksa sekali…..
Kunikmati pucuk-pucuk daunmu merekahkan dadaku
Walau itu membuat bibir hatiku berteriak…
Kuteteskan bulir demi bulir darah kepangkuanmu
Berharap senyumku selalu sejuk dihatimu…
Sampai tiba waktuku tak berdaya dalam c*** yang
kusyukur
Kupilih derita ini demi c****ku
C*** yang tercekik dan termanis
Diantara jeruji hidup yang mengikis
Serasa terikat, terpasung dan tertapis
Tetap kubiarkan akarmu menembusi jantungku
Tetap kunikmati bungamu yang mengisap isi tulang
sumsumku
Masih saja kutadahi asa ini hanya untukmu
Masih saja kubiarkan sisa umurku kau peluk erat
Erat dan semakin erat…
Sampai akhirnya tiba waktuku berbaring memegang
c****mu
Dalam indahnya lain dunia.
(Zora Rose)
Damba yang terbersit dan terjepit
Diantara ruas-ruas tanganku yang sempit
Serasa tergigit, terusik dan terhimpit
Kupaksa sakit ini demi bahagiamu
Dan lagi-lagi ku paksa bahasa gelisahku untuk diam
Hanya untuk kebahagiaan engkau dan dia
Kubiarkan akarmu merambati hatiku
Walau ku tau itu menyiksa sekali…..
Kunikmati pucuk-pucuk daunmu merekahkan dadaku
Walau itu membuat bibir hatiku berteriak…
Kuteteskan bulir demi bulir darah kepangkuanmu
Berharap senyumku selalu sejuk dihatimu…
Sampai tiba waktuku tak berdaya dalam c*** yang
kusyukur
Kupilih derita ini demi c****ku
C*** yang tercekik dan termanis
Diantara jeruji hidup yang mengikis
Serasa terikat, terpasung dan tertapis
Tetap kubiarkan akarmu menembusi jantungku
Tetap kunikmati bungamu yang mengisap isi tulang
sumsumku
Masih saja kutadahi asa ini hanya untukmu
Masih saja kubiarkan sisa umurku kau peluk erat
Erat dan semakin erat…
Sampai akhirnya tiba waktuku berbaring memegang
c****mu
Dalam indahnya lain dunia.
(Zora Rose)
Mencoba Menjawab
Ditanganku tergenggam sembilu racun
yang sengaja ato tidak sengaja telah menyayat hatimu
dan racun itu mungkin sudah mulai menyebar
mengisi sebagian relung kalbumu
Begitupun aku...
pelangi yang dahulu redup terhalang kabut luka
mulai cerah menebarkan wangi bunga "rose"
kunikmati sepanjang hari sepanjang malam
bahkan hingga dini hari
Namun...
entah mukjizat atau memang kejadian alam
muncul pelangi di lain sisi yang tak kalah indah nan megah
dan mustahil bagiku untuk tidak melihat pesona alam itu
Tapi...
bukan berarti aku harus berpaling kesalah satunya
karena aku masih ingin menikmati keduanya
yang mungkin akan menghilang salah satu
atau bahkan keduanya...
Kenyataannya...
dua kutub yg berbeda yang mustahil disatukan dua-duanya
sebuah dilematik yg tidak mungkin kujawab segera
aku butuh waktu untuk mengenal satu-satu
dengan perasaan, dengan hati, dengan logika
Sementara...
waktu terus berlalu dan racun sembilu itu...
kian menyebar dan membiru
dan bila kubiarkan akan makin menghitam
menjalar hingga kejantung...
Keputusan...
meski berat....
meski dengan berjuta rasa bersalah
meski dengan semilyar gundah
entah dengan akal sehat atau hati yg sudah sekarat
kuputuskan... lebih baik kita bersahabat
Harapan...
semoga keindahan itu segera hadir dihatimu
menggantikan cahayaku yg redup
mengisi hatimu dengan cahaya yg lebih terang
yang menerangi hidupmu siang dan malam
Try@guS
05052008 at My Birth
yang sengaja ato tidak sengaja telah menyayat hatimu
dan racun itu mungkin sudah mulai menyebar
mengisi sebagian relung kalbumu
Begitupun aku...
pelangi yang dahulu redup terhalang kabut luka
mulai cerah menebarkan wangi bunga "rose"
kunikmati sepanjang hari sepanjang malam
bahkan hingga dini hari
Namun...
entah mukjizat atau memang kejadian alam
muncul pelangi di lain sisi yang tak kalah indah nan megah
dan mustahil bagiku untuk tidak melihat pesona alam itu
Tapi...
bukan berarti aku harus berpaling kesalah satunya
karena aku masih ingin menikmati keduanya
yang mungkin akan menghilang salah satu
atau bahkan keduanya...
Kenyataannya...
dua kutub yg berbeda yang mustahil disatukan dua-duanya
sebuah dilematik yg tidak mungkin kujawab segera
aku butuh waktu untuk mengenal satu-satu
dengan perasaan, dengan hati, dengan logika
Sementara...
waktu terus berlalu dan racun sembilu itu...
kian menyebar dan membiru
dan bila kubiarkan akan makin menghitam
menjalar hingga kejantung...
Keputusan...
meski berat....
meski dengan berjuta rasa bersalah
meski dengan semilyar gundah
entah dengan akal sehat atau hati yg sudah sekarat
kuputuskan... lebih baik kita bersahabat
Harapan...
semoga keindahan itu segera hadir dihatimu
menggantikan cahayaku yg redup
mengisi hatimu dengan cahaya yg lebih terang
yang menerangi hidupmu siang dan malam
Try@guS
05052008 at My Birth
Mencoba Berkata
Perasaan yang menumpuk dan debaran yang menusuk
waktuku pun berlanjut pada keheningan tanpa keraguan
biasnya menyatu dari ufuk di kejauhan
sedikit terukir dalam kebimbangan dan kepastian
Perlahan-lahan bulanpun tenggelam
dalam hujan tanpa henti
tak apa jika ku terluka
ku kan berlalu bersama hembusan angin
Sebuah tatapan yang terang dan jernih
mencapai sudut tergelap hatiku
membuatku mampu lalui
kesendirian dan keputusasaan
Ada masa yang ku lewati
namun kusadari keberadaanmu terlalu jauh kurengkuh
sinaran dalam pusaran waktu berselisih jalan
Walau ku harus kehilangan cahaya itu
Dan kepingan-kepingan itu
berubah menjadi sayap perak
menerbangkanku dilangit malam
dibawah sinar sejuta bintang
hanya menunggu sampai bias lain datang
(Zora Rose)
waktuku pun berlanjut pada keheningan tanpa keraguan
biasnya menyatu dari ufuk di kejauhan
sedikit terukir dalam kebimbangan dan kepastian
Perlahan-lahan bulanpun tenggelam
dalam hujan tanpa henti
tak apa jika ku terluka
ku kan berlalu bersama hembusan angin
Sebuah tatapan yang terang dan jernih
mencapai sudut tergelap hatiku
membuatku mampu lalui
kesendirian dan keputusasaan
Ada masa yang ku lewati
namun kusadari keberadaanmu terlalu jauh kurengkuh
sinaran dalam pusaran waktu berselisih jalan
Walau ku harus kehilangan cahaya itu
Dan kepingan-kepingan itu
berubah menjadi sayap perak
menerbangkanku dilangit malam
dibawah sinar sejuta bintang
hanya menunggu sampai bias lain datang
(Zora Rose)
SISA CINTA
Samuderamu adalah tempat kutambatkan sauh
dari suka dan duka yang mendera
Dermagamu adalah tempatku berlabuh
menabur sisa cintaku dan tempatku berteduh
Langitmu adalah asa mimpiku
angan, imagi dan sumber inspirasiku
.: kupersembahkan buat Yänä :.
dari suka dan duka yang mendera
Dermagamu adalah tempatku berlabuh
menabur sisa cintaku dan tempatku berteduh
Langitmu adalah asa mimpiku
angan, imagi dan sumber inspirasiku
.: kupersembahkan buat Yänä :.
Langganan:
Postingan (Atom)
